<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Free Your Voice! and Improve Your English!</title>
	<atom:link href="http://freeurvoice.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://freeurvoice.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Sep 2008 14:49:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='freeurvoice.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Free Your Voice! and Improve Your English!</title>
		<link>http://freeurvoice.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://freeurvoice.wordpress.com/osd.xml" title="Free Your Voice! and Improve Your English!" />
	<atom:link rel='hub' href='http://freeurvoice.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menggali Makna, yuk!</title>
		<link>http://freeurvoice.wordpress.com/2008/09/23/menggali-makna-yuk/</link>
		<comments>http://freeurvoice.wordpress.com/2008/09/23/menggali-makna-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 14:49:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>improvingenglish</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://freeurvoice.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak kecil bangun setiap hari dengan gairah besar menemukan kesenangan-kesenangan baru yang disimpan dunia untuknya. Anak kecil adalah penggali atau pengeksplorasi alamiah yang tak kenal rasa takut. Dia lahir dengan pembawaan rasa ingin tahu segala sesuatu. Setiap hari, dia memulai sebuah petualangan baru, penjelajahan baru–tentu saja, didorong oleh orang tua yang mengawasi penuh kasih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=freeurvoice.wordpress.com&amp;blog=4951589&amp;post=4&amp;subd=freeurvoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- by clunker --></p>
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p align="justify">Seorang anak kecil bangun setiap hari dengan gairah besar menemukan kesenangan-kesenangan baru yang disimpan dunia untuknya. Anak kecil adalah penggali atau pengeksplorasi alamiah yang tak kenal rasa takut. Dia lahir dengan pembawaan rasa ingin tahu segala sesuatu. Setiap hari, dia memulai sebuah petualangan baru, penjelajahan baru–tentu saja, didorong oleh orang tua yang mengawasi penuh kasih sayang, yang memuji dan merayakan setiap kali dia menguasai keterampilan dan kecakapan baru. Kegagalan dianggap hanya sebagai bagian dari proses belajar. Ketika seorang anak yang baru belajar berjalan terjatuh, dia segera bangun dan mencoba lagi.</p>
<p align="justify">Akan tetapi, hampir dimana pun, kegembiraan belajar berubah menjadi cercaan kejam. Pembelajaran menjadi disamakan dengan pemerolehan serpihan-serpihan informasi yang diperlukan untuk lulus ujian dan memperoleh gelar dan prestise sementara saja. Subjek-subjek pelajaran di sekolah dan perguruan tinggi saling tak terkait dan terpisah dari dunia nyata. Belajar menjadi beban yang membuat stress.</p>
<p align="justify">Mengapa masalahnya menjadi demikian? Mengapa belajar tidak bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan seperti masa kanak-kanak kita–sebelum `belajar`  terkacaukan dengan `bersekolah`? Mengapa pendidikan tidak dapat menemukan kembali sesuatu melalui rasa tertarik `yang menjelajah` masa kanak-kanak, ketika dia melihat, mendengar, mencium, meraba, dan bahkan mengecap, dunia yang tak terpetakan dimana dia bisa menemukan dirinya sendri–masa kritis ketika dia mencoba mengerti dan memahami semuanya?</p>
<p align="justify">Syarat bagi pembelajaran yang efektif adalah dengan menghadirkan lingkungan “seperti masa kanak-kanak” (bukan “kekanak-kanakan”), yang mendukung dan menggembirakan (“bermain”). Pandangan ini dikemukakan oleh ahli psikologi terkenal, Mihaly Csiksentmihalyi, yang selama lebih dari 20 tahun mengkaji apa yang disebut sebagai “aliran”–keadaan konsentrasi yang mengantarkan pada pengalaman optimal, suatu kesadaran yang demikian terfokus sehingga pelakunya terserap penuh dalam suatu kegiatan. Ini terjadi ketika seseorang menikmati perasaan yang sangat nyaman tanpa keterpaksaan dan menjalankan kegiatan dengan puncak kemampuannya.</p>
<p align="justify">Lebih lanjut Csiksentmihalyi mengatakan, “Selama beberapa tahun pertama kehidupan, setiap anak adalah “mesin belajar” kecil yang tidak kenal lelah mencoba dan mencoba lagi gerak-gerak baru, kata-kata baru, setiap hari. Perhatikanlah dengan seksama, pusatkanlah pada wajah seorang anak tatkala belajar keterampilan baru. Apa yang mereka perlihatkan adalah indikasi bagus dari “rasa senang”-nya. Dan setiap jenis pembelajaran yang menyenangkan menambah kompleksitas perkembangan diri anak tersebut.</p>
<p align="justify">“Sayang sekali, hubungan alamiah antara pertumbuhan dan kesenangan ini cenderung lenyap seiring dengan waktu. Mungkin karena “belajar” telah menjadi semacam proses pemaksaan dan pembebanan eksternal (dari luar) pada saat seorang anak mulai bersekolah, keasyikan menguasai keterampilan baru berangsur-angsur tanggal.”</p>
<p align="justify">Salah satu alasan mengapa anak-anak bisa belajar dengan begitu baik adalah bahwa mereka belum mengembangkan prakonsepsi bagaimana mereka seharusnya belajar. Mereka juga belum mengembangkan anggapan bahwa bermain dan bekerja adalah kegiatan yang masing-masing berdiri sendiri. Bermain adalah bagian dari pengalaman belajar. Ketika kita senang dan menikmati belajar, kita akan belajar lebih baik.</p>
<p align="justify"><em><strong>Search Out The Meaning</strong></em>, mari kita menggali makna yang tersirat dan tersurat dari satu kata `belajar` ini dan sedikitnya kita akan mencoba mengantarkan keadaan pikiran kita ke arah yang `benar`.</p>
<p align="justify">Jika kamu memiliki sifat dan sisi negatif,  jika kamu enggan menerima apa yang diajarkan oleh orang lain kepada kamu, jika kamu hanya menganggap belajar hanya sebagai tugas dan sisi lain kehidupan kamu belaka, maka hampir dapat dipastikan bahwa kamu sedang meratakan jalan bagi “sang kegagalan”.</p>
<p align="justify">Memang wajar jika kamu kadang-kadang ragu, khawatir, dan tak menentu ketika memasuki wilayah yang belum terjamah. Tapi kamu bisa menanggulangi atau dengan kata lainnya menghilangkan kecenderungan-kecenderungan itu jika kamu mau.</p>
<p align="justify">Kadangkala hanya dibutuhkan perubahan kecil untuk membuat pergeseran penting sikap kamu. Sebagai contoh, kata `mustahil` bisa menjadi `mungkin` hanya dengan menyisipkan sebuah apostrop kecil.</p>
<p align="justify">Kamu bisa mengubah yang negatif menjadi positif hanya dengan menggoreskan pena dengan cepat sedikit saja:</p>
<p align="center"><strong>-     +</strong></p>
<p align="justify">Demikian pula, kamu bisa memilih mengubah perasaan dan sikap kamu terhadap pembelajaran. Kamu dapat–dan harus–memilih mengontrol dan mengendalikan pembelajaran kamu. Lebih menjadi partisipan aktif dalam pendidikan daripada hanya menjadi konsumen pasif. Kamu butuh kemauan dan keinginan yang kuat di samping keterampilan untuk belajar.</p>
<p align="justify">Dan sebelum memulai dan mengawali semua itu. Kamu mesti mengetahui dan memahami benar `apa arti hasil yang sukses` bagi kamu. `Apa Gunanya Bagiku?`. Bukan pertanyaan yang egois. `Apa Gunanya Bagiku?` merupakan langkah penting pertama. Ada sedikit sekali motivasi untuk menangani sesuatu jika kamu tidak mengerti alasan positif mengapa kamu melakukan hal tersebut.</p>
<p align="justify">Setelah kamu menemukan AGB kamu sendiri, maka mulailah bereksplorasi dengan lingkungan yang ada disekitarmu, bukalah matamu dan cobalah kamu lihat cakrawala, apa yang kamu lihat? Apa yang kamu rasakan? Adakah kamu temukan dan dapatkan semangat yang menggebu-gebu datang dari sudut hatimu yang terdalam, kalau belum maka cobalah hadirkan perasaan itu, sekarang.</p>
<p align="justify">Kamu siap. Kamu bisa. Kamu siap dan bisa memulai petualanganmu sekarang. Namun, ada yang belum kamu punya, dan itu adalah keberanian. Jika kamu berani mengubah semua kecenderungan negatif yang ada, seperti malas, kaku, ragu, khawatir, dan tak menentu ketika memasuki wilayah yang belum terjamah. Maka kamu berarti sudah masuk ke fase kedua. Dan inilah yang akan membuat kamu berhasil dengan semua sistem pembelajaran yang ada.</p>
<p align="justify">Untuk membuat kebanyakan pengalaman belajar dan pembelajaran menjadi demikian berharga, kamu perlu berada dalam suasana dan lingkungan mental yang nyaman ketika belajar. Mencoba menyerap informasi dengan tepat tatkala mencari jalan dalam lalulintas yang `semerawut` atau berdesak-desakan di dalam kereta api ulang-alik yang penuh sesak bukanlah cara yang ideal. Tentu saja, kamu dapat menciptakan `kepompong mental` kamu sendiri dan mengisolasi diri kamu dari lingkungan fisik, tetapi akan lebih baik dan lebih disukai jika kamu menemukan satu sudut terbaik di rumahmu atau di kamarmu sendiri. Bereaksilah dan relakslah. Lepaskan sepatu kamu. Angkatlah kaki kamu. Pilihlah musik yang menyenangkan.</p>
<p align="justify">Relaks. Biarkan tubuhmu mengikuti irama dari lantunan musik yang kamu pilih itu. Rasakan setiap ritme yang ada. Lalu sekarang bayangkan dan hadirkanlah saat-saat kamu mendapatkan `detik-detik kehidupan` dimana kamu dulu pernah berhasil melakukan sesuatu. Apa itu ketika kamu berhasil berjalan, atau apa pun yang bisa membuatmu tertawa, dan merasa bahagia. Saat-saat ketika kamu melakukan sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang membuat kamu bangga dengan apa yang kamu lakukan.</p>
<p align="justify">Hayati beberapa saat. Setelah kamu `menangkap` kembali momen dan perasaan pada pengalaman puncak kamu, sekarang pikirkan satu kata yang merangkumkan even asalnya itu. Pikirkanlah dan simpanlah kata `sandimu`, kata yang ketika kamu katakan, akan kembali memunculkan semangatmu. Lalu duduklah dengan tegak dan luruskan badan kamu. Tarik pundak kamu ke belakang. Lihat ke atas dan tarik nafas dalam-dalam. Ini penting karena pada momen pengalaman puncak, secara otomatis, kita akan menarik nafas panjang. Selanjutnya, kepalkanlah tangan kamu–hal alamiah yang kamu lakukan tatkala kamu bersemangat dan bergairah untuk melakukan sesuatu. Biarkan untuk sejenak, lalu lepaskanlah kepalan tanganmu.</p>
<p align="justify">Adakah kamu rasakan sesuatu yang berbeda, adakah kamu kembali mendapatkan semangat dan motivasi yang lebih untuk berbuat sesuatu. Sobat, mungkin kamu berpikir, `Apa Gunanya Bagiku` kegiatan yang tadi kamu lakukan? Lalu jika ada dalam pikiranmu `itu hanyalah kegiatan yang tak berguna‘. Maka kamu telah salah, benar-benar salah. Hal yang tadi kamu lakukan, meskipun terlihat begitu sederhana, tapi memiliki dampak yang begitu besar bagi mental kamu, apalagi kalau kegiatan ini kamu lakukan setiap saat, karena nantinya, kamu akan mampu kembali kepada keadaan pikiran yang kaya akal kapan saja kamu kehendaki hanya dengan mengepalkan tangan sembari mengucapkan kata `sandi`. Ini bukan hanya keterampilan yang berguna untuk belajar tetapi juga untuk hidup. Kamu bisa melakukan pendekatan yang sama untuk mengatasi perasaan negatif.</p>
<p align="justify"><strong><em>You`re The Judge</em></strong></p>
<p align="justify">Satu hal yang sering terjadi di setiap pembelajaran `formal` adalah bahwa kita membiarkan orang lain menghakimi kita–atau dengan kata lain menilai kita. Tetapi, pada kenyataannya, akan jauh lebih memuaskan jika kita menilai kualitas pekerjaan kita sendiri. Itulah sebabnya mengapa memamerkan apa yang kamu ketahui [<em><strong>Exhibit What You Know</strong></em>] menjadi begitu penting bagi pembelajaran kamu. Kamu menetapkan standar kamu sendiri dan memeriksa kinerja kamu sendiri berdasarkan standar itu.</p>
<p align="justify">Jika kamu adalah seorang siswa atau `santri` sekalipun, jadikanlah kebiasaan melihat dulu pekerjaan kamu sebelum menyerahkannya. Berapa nilai yang kamu berikan kepada pekerjaan itu? Apakah nilai itu memenuhi standar terbaik kamu? Ketika pekerjaan itu dikembalikan kepada kamu, jika kamu tidak mendapatkan nilai yang menurut kamu layak, tanyakan kepada guru atau siapapun yang kamu rasa mampu, untuk membuat kamu mendapat nilai yang kamu tetapkan itu.</p>
<p align="justify"><em><strong>Let`s Power Up Our Ability, now!!</strong></em></p>
<p align="justify">Sadar atau tidak, kemampuan yang kita miliki sekarang, adalah kemampuan yang telah kita kembangkan, kemampuan yang telah kita bentuk, dari semenjak kita tumbuh menjadi manusia yang bebas, manusia yang kreatif dan inovatif, dari semenjak kita mulai bisa berjalan dan berbicara dengan penuh kesusahpayahan pada awalnya, dan menjadi begitu lancar di saat kita telah lama melatihnya–kemampuan kita untuk mencoba berbicara dan berjalan dengan kedua kaki mungil kita.</p>
<p align="justify">Hari ini. <em><strong>Let`s power up our ability</strong></em>, kita bisa jadi lebih baik dan lebih cerdas lagi, mulai dari menit ini, mulai dari detik sekarang ini, dan caranya tidak terlalu sulit, kita hanya perlu meyakinkan diri kita, bahwa kita adalah manusia baru, manusia yang penuh dengan kekreativitasan, manusia yang kaya ide dan wawasan, manusia yang tak pernah kehilangan kepercaya-diriannya, manusia yang berani dan bisa mempertanggung-jawabkan segala sesuatu yang telah kita perbuat. Marilah kita mulai merubah diri kita sendiri, dan jadilah manusia yang baru. <em><strong>Be a New You…..!!!</strong></em></p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/freeurvoice.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/freeurvoice.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/freeurvoice.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/freeurvoice.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/freeurvoice.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/freeurvoice.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/freeurvoice.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/freeurvoice.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/freeurvoice.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/freeurvoice.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/freeurvoice.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/freeurvoice.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/freeurvoice.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/freeurvoice.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=freeurvoice.wordpress.com&amp;blog=4951589&amp;post=4&amp;subd=freeurvoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://freeurvoice.wordpress.com/2008/09/23/menggali-makna-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f3d40cfd6b2b7a1655284da19160f99?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">improvingenglish</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
